Kamis, 29 Januari 2015

Pokdakan "Tani Nusantara" Rancang Program 2015


  1. Selajambe 29/1. Pengurus dan anggota Pokdakan "Tani Nusantara" rancang program 2015. Dari banyaknya rancangan program yang disusun ada program yang harus segera dilaksanakan oleh kelompok yakni pendidikan dan pelatihan berkenaan dengan pengetahuan perikanan.
Pembahasan rancangan program tersebut, selain dihadiri oleh pengurus dan anggota kelompok, juga dihadiri langsung oleh penyuluh perikanan kec. Cisaat bapak Dadang Sukmawan,A.Pi. dan penasihat kelompok bapak H. Muhammad Yusuf.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bersama bahwa pendidikan dan latihan akan dilaksanakan setiap hari Rabu dan Jumat dan dimulai pada bulan Pebruari 2015.@des

Senin, 19 Januari 2015

Pokdakan Tani Nusantara Uji Coba Praktik Pemijahan Ikan Lele Sistem Alami

    Sesuai dengan program kerja Pokdakan "Tani Nusantara" yang di dalamnya harus selalu melakukan uji coba praktik yang ada korelasinya dengan perikanan, hari Senin tanggal 19 Januari 2015 pukul 17.00 WIB. di kediaman salah satu kediaman anggota yakni sdr. Ayi dengan nama panggilan Babay, Pokdakan "Tani Nusantara" meskipun dengan dana swadaya mampu melaksanakan uji coba praktik pemijahan ikan lele sistem alami. 

    Kegiatan tersebut langsung dihadiri oleh sang ketua Ade Sumedi,S.Fil.I, pengurus dan anggota lainnya. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi motifasi dan inspirasi bagi pengurus dan anggota untuk melakukan hal yang serupa.@des

Minggu, 30 November 2014

Rapat Pembahasan AD/ART Pokdakan Tani Nusantara

Pengurus dan Anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tani Nusantara adakan acara pertemuan dengan agenda membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pokdakan Tani Nusantara pada hari Minggu tanggal 30 Nopember 2014 bertempat di Sekretariat Kelompok, tepatnya di Kampung Panyindangan RT 35 RW 12 Desa Selajambe Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.
Dalam pertemuan tersebut, Pengurus telah mempersiapkan draft AD/ART yang akan dibahas. Banyak dinamika yang berkembang berkenaan pembahasan AD/ART tersebut, dibuktikan dengan banyaknya masukan, usulan, pendapat serta saran yang diajukan oleh seluruh peserta rapat, terutama dari Sdr. Obang Sobandi sebagai  salah satu peserta rapat pada hari itu.  Diakui bahwa pembahasan AD/ART ini cukup alot dan memakan waktu yang panjang tetapi alhamdulillah pada hari itu juga AD/ART Pokdakan Tani Nusantara dapat diselesaikan.@des

Minggu, 02 November 2014

KUT Nusantara bentuk Pokdakan

KELOMPOK USAHA TANI NUSANTARA CISAAT BENTUK POKDAKAN TANI NUSANTARA
Dalam rangka mengembangkan kegiatan pengurus Kelompok Tani Nusantara, tanggal 30 Oktober 2014 Kelompok Usaha Tani Nusantara Cisaat bentuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang diberi nama Pokdakan "Tani Nusantara" yang diketuai oleh Ade Sumedi,S.Fil.I.
Kegiatan  tersebut dihadiri langsung oleh penyuluh perikanan kecamatan Cisaat Bapak Dadang Sukmawan,A.Pi. dan Kades Selajambe Bapak H. Pipin Saripin. Mereka berdua  merespon baik terhadap kegiatan tersebut dan berniat membantu terhadap apa yang akan diprogramkan oleh pengurus pokdakan "Tani Nusantara".@des

Selasa, 02 September 2014

KOPI PAYA

http://usahataninusantara.blogspot.com
KOPI PAYA

Khasiat :
Mengobati penyakit ginjal, baik yang sudah terserang maupun untuk mencegah penyakit ginjal, antitoksik pemicu gagal ginjal, menyembuhkan sirosis (pengerasan) hati akibat alkoholik, menyehatkan jantung, dan mengobati rematik.

Bahan :
2 Kg akar pepaya
1 kg biji pepaya (0,5 kg biji pepaya kering)
1 kg akar ilalang
0,5 kg temulawak atau kunyit sayur
0,5 jahe merah
0,5 kg kopi arabika hasil gongseng (tumbuk kasar)
15 liter air bersih bebas ion
3 kg gula pasir katalis

Cara Membuat :
  1. Semua bahan dicuci bersih dengan air yang mengalir
  2. Panaskan air hingga mendidih dalam dandang
  3. Masukan semua bahan, rebus selama 45 menit
  4. Angkat dari perapian
  5. Masukkan air rebusan ke dalam wajah besar, mengunakan saringan
  6. Rebus ulang semua bahan selama 30 menit
  7. Masukan lagi air rebusan ulang ke dalam wajan besar tadi
  8. Aduk merata, sambil ditambahkan gula pasir
  9. Nyalakan perapian
  10. Terus adik-adik, hingga menjadi larutan karamel (brik 83)
  11. Kecilkan perapian, sambil terus pengadukan semakin intensif
  12. Setelah adonan sudah tidak menyatu lagi, segera matikan perapian dengan pengadukan terus menerus, jangan pernah berhenti hingga adonan menjadi serbuk (mengkristal)
  13. Ayak serbuk tadi menggunakan saringan tepung, agar diperoleh serbuk yang seragam
  14. Serbuk yang masih kasar, masukan ke dalam mesin blender, lalu blender hingga dipeproleh serbuk yang seragam
  15. Kemas ke dalam plastik kedap udara sesuai selera, lalu sealer
  16. Kopi paya siap disajikan atau dipasarkan.
Catatan :
Jangan di minum oleh wanita hamil karena mengakibatkan keguguran.

Senin, 01 September 2014

ANGGOTA UTN IKUT DIKLAT PEMANFAATAN PEPAYA



Cisaat (UTN). Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggotanya, Kelompok Usaha Tani Nusantara (UTN) Kec. Cisaat, mengikutsertakan dua orang anggotanya, Ahmad Fauzi dan Shobirin, untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Keterampilan Pengolahan Potensi Lokal Berbasis Pepaya di Wilayah Daerah Tertinggal, yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdhotul Ulama (LPPNU) Kab. Sukabumi yang bekerja sama dengan Asisten Deputi Pendidikan dan Keterampilan (Asdepdiktram) Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), diselenggarakan mulai tangal 30 Agustus s.d. 1 September 2014, di Hotel Augusta Cikukulu Kec. Cibadak.
Ketua Panitia kegiatan yang juga Ketua LPPNU Kab. Sukabumi, Very Verdiansyah, S. Th. I, mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari perwakilan 30 kecamatan se-Kab. Sukabumi. Sementara keterampilan yang diberikan kepada peserta adalah pemanfaatan buah pepaya dengan memanfaatkan daunnya yang bisa diolah menjadi teh dan kopi pepaya.
Acara kegiatan pelatihan ini sendiri dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab. Sukabumi, Drs. Sumpena. Dalam sambutannya, Sumpena mengatakan bahwa melalui kegiatan pelatihan ini diharapakan para peserta menjadi generasi wirausaha muda yang berbasis potensi lokal, yang pada gilirannya akan meningkatkan ekonomi kerakyatan di daerahnya masing-masing. (HN)